Senin, 02 November 2015

CB KEWARGANEGARAAN 1 minggu 2

Bimbel Bersama TFI
Pengajaran Bimbel Bersama TFI di Pos Belajar Dutasia Sitanala
Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Buliding (CB)
Bersama Teach For Indonesia



Kelas : LI 53
Dosen : Bapak Frederikus Fios
Waktu : Selasa, 27 Oktober 2015
Jam : 14:00 - 16:00
Jumlah Peserta : 8 orang
Lokasi : Sitanala RT 04/013, Kel. Karangsari, Kec. Neglasari, Kota Tangerang.

Anggota Yang Hadir :
1. Aglyna Rizky 1801433163
2. Ajeng Iniccha Dewi 1801439062
3. Chitra Ayuningtyas 1801419032
4. Kevin Christoper 1801373870
5. Prianka Chandra Aditya 1801408256
6. Sarah Amalia Halim 1801433144
7. Tri Ananda BR Tarigan 1801432311
8. Zhafira Ramadhani 1801425552 

Anggota Yang Tidak Hadir :
Tidak ada



( Kiri ke Kanan : Aglyna Rizky, Tri Ananda, Chitra Ayuningtyas, Sarah Amalia, Ajeng Iniccha, Zhafira Ramadhani, Prianka Chandra, Kevin Christoper)

Kami menempuh mata pelajaran CB Kewarganegaraan. Di pelajaran ini, kami dilatih untuk membimbing adik adik dalam pelajaran. Kegiatan ini dilakukan agar bisa memberikan pelajaran yang positif kepada kami, dan juga kami bisa menerapkan nilai - nilai sosial di kehidupan kami. Salah satu nilai dari pembelajaran CB yang kami dapat minggu ini adalah disiplin. Minggu lalu kami tidak bisa datang tepat waktu dikarenakan kami keluar kelas tidak sesuai jadwal atau lebih lama. Pada minggu ini kami tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti minggu kemarin, sehingga setelah kelas selesai kami langsung bergegas menuju ke tempat bimbel di daerah Sitanala. Dan pada pukul 2 siang tepat, kami sampai sehingga tidak telat lagi seperti minggu kemarin. Dari sini kami belajar, bahwa disiplin tidak hanya mentaati waktu saja tetapi bisa juga dengan disiplin waktu.

Persiapan apa saja yang kami lakukan agar datang tepat waktu ke tempat bimbel? Setelah kami keluar kelas pada pukul setengah 2, kami langsung bergegas menuju ke daerah Sitanala, dan juga kami tidak melewati jalur seperti biasanya, melainkan jalur yang lebih cepat agar lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Kebetulan jalan pada hari itu tidak terlalu padat, sehingga kami tidak tersendat dengan lalu lintas. Sesampainya disana, tidak lupa kami sudah memakai atribut yaitu Binusian Flazz Card dan juga Almamater. Kami juga dibagi setiap orang untuk memegang kurang lebih 1 anak setiap 1 orang. Disana kami membahas tentang pekerjaan rumah mereka dan juga memberikan soal terkait dengan tugas rumah mereka. Anak yang kami bimbing dimulai dari kelas 1 SD hingga kelas 1 SMP. Pada minggu ini, kami membimbing pelajaran : Matematika, dan Bahasa Inggris. Seperti biasa, anak anak sangat antusias dalam menerima bimbingan yang kami berikan. Dalam memberikan bimbingan ini, media yang kami gunakan adalah buku LKS dan juga dengan bantuan Google. Sama seperti minggu sebelumnya, setelah kegiatan bimbel selesai, sebelum pulang, anak anak di riview dengan memberikan pertanyaan sesuai dengan pelajaran yang tadi kami berikan.

Metode yang kami berikan didalam kelas sama seperti biasanya yaitu Mentoring.
Keuntungan dari mentoring sendiri adalah :
1. Kami lebih fokus dalam memberikan bimbingan kepada adik adik, karena setiap 1 anak dibimbing oleh 1 kakak volunteer.
2. Adik adik juga jadi lebih fokus dalam menerima pelajaran, karena tidak terganggu dengan yang lainnya.
3. Adik adik menjadi lebih fokus.
4. Adik adik menjadi lebih cepat memahami pelajaran.

Kekurangan dari mentoring sendiri adalah :
1. Di tempat belajar Sitanala tidak ada meja, sehingga adik adik harus belajar di lantai.

Dan berikut hasil survey kerja kami di duta belajar sitanala :

Survery Internal :
Kelompok kami sudah datang tepat waktu dan juga menggunakan atribut lengkap dalam melaksanakan tugasnya. Semuanya juga sangat antusias dalam mengajar adik adik dan juga bertutur kata yang sopan dan ramah agar dapat dicontoh adik adik disana.

Berdasarkan survey eksternal :
Kami sudah datang tepat waktu dan juga menggunakan atribut lengkap ketika melaksanakan tugas.

Kesimpulan dari kegiatan bimbel kami pada minggu kedua ini adalah, Anak anak sudah sangat antusias dalam belajar dan juga jauh lebih tertib dibandingkan hari kemarin. Kami juga belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana cara mengajar, berkomunikasi yang baik dan juga disiplin akan waktu.

Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk kalian, dan juga dapat memotivasi kalian untuk melakukan kegiatan kegiatan sosial walaupun sederhana tetapi dapat memberikan manfaat kepada banyak orang.


Berikut galeri foto yang kami ambil ketika mengajar kemarin :











Minggu, 25 Oktober 2015

CB KEWARGANEGARAAN 1 Minggu 1

BIMBEL BERSAMA TFI
Pengajaran Bimbel di Pos Belajar Dutasia Sitanala
Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building 
Bersama Teach For Indonesia ( TFI )




Kelas : LI 53
Dosen : Bapak Frederikus Fios
Waktu : Selasa, 20 Oktober 2015
Jam : 14.00-16.00
Jumlah Peserta : 8 Orang
Lokasi : Sitanala RT 04/013 Kel. Karangsari, Kec. Neglasari, Kota Tangerang

Anggota Yang Hadir :
1. Aglyna Rizky 1801433163
2. Ajeng Iniccha Dewi 1801439062
3. Chitra Ayuningtyas 1801419032
4. Kevin Christoper 1801373870
5. Prianka Chandra Aditya 1801408256
6. Sarah Amalia Halim 1801433144
7. Tri Ananda BR Tarigan 1801432311
8. Zhafira Ramadhani 1801425552 

Anggota Yang Tidak Hadir :
Tidak ada



( Dari Kiri ke Kanan : Tri Ananda, Zhafira, Sarah, Chitra, Ajeng, Prianka Chandra, Aglyna, Kevin )



Pada hari selasa 20 oktober 2015 kelompok kami melaksanakan progam BIMBEL untuk pertama kalinya. Seminggu sebelumnya sebenarnya kami harusnya sudah mengadakan bimbel,namun karena adanya  insiden dari  salah satu mobil kelompok kami maka jadwal untuk bimbel pada minggu pertama diganti menjadi hari selasa tanggal 20 oktober 2015. Sebelum menulis laporan lebih jelas, disini kelompok kami ingin menjelaskan  bahwa kelompok kami beranggota 8 orang. Kami mengajar di pos belajar duta sintanala, lokasinya dekat dengan rumah sakit sintanala.Masing masing orang dari kelompok kami membagi tugas agar lebih terorganisir. Macam macam pelajaran yang kami berikan kepada anak anak di pos belajar sintanala. Yakni ada yang mengajarkan matematika.bahasa inggris maupun ilmu komputer.Memang diperlukan adanya kesabaran dalam mendidik anak anak di pos duta sintanala. Yang pertama karena mereka masih anak anak maka mereka mudah bosan dan mudah hilang focus dalam belajar. Akibatnya mereka lebih sering bermain. Oleh sebab itu kami selaku kaka yang mengajarkan mereka harus pintar pintar untuk membujuk mereka agar mau belajar kembali.  


Persiapan yang kami lakukan sebelum mengajar adalah mempersiapkan atribut seperti almamater dan flazzcard. Waktu tempuh dari Kampus Alam Sutera menuju ke Pos belajar sitanala kurang lebih 30 menit. Kami mengusahakan agar datang tepat waktu, tapi karena ada beberapa hambatan dan juga kami keluar kelas pukul setengah 2 dan juga jalanan yang padat, sehingga kami terlambat pada bimbel hari pertama. Sesampainya disana, setiap volunteer memegang kurang lebih  1 anak, disana kami membimbing mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya dan memberi mereka beberapa latihan untuk mengulang pelajaran. Kami juga memberikan hadiah kepada anak anak yang bisa mengerjakan tugas yang kami kasih dengan benar dan baik. Anak anak yang kami bimbing dimulai dari kelas 1 sd sampai dengan kelas 1 SMP. Pelajaran yang dipelajari antara lain : Matematika, Bahasa Inggris, dan TIK. Dalam membantu mereka, kami menggunakan beberapa sumber seperti : buku pelajaran, LKS dan juga google. Setelah selesai memberikan bimbingan, kami mengulang pelajaran yang diajarkan sebelum mereka kembali ke rumah dan juga kami melakukan briefing bersama ibu PIC untuk mereview pekerjaan kami hari ini, dan juga memberikan arahan untuk mengajar di minggu selanjutnya.



Metode yang kita pilih dalam mengajar anak-anak di pos belajar Dutasia Sitanala adalah Mentoring.Keuntungan atau sisi positif nya adalah :
  1. Kami bisa menjadi lebih dekat dan bersahabat dengan anak.
  2. Kami menjadi lebih fokus untuk mengajar 1 anak.
  3. Anak-anak menjadi aktif untuk mendengarkan, berani menyampaikan pendapat, dan berani untuk mengajukan pertanyaan.
  4. Anak-anak mudah memahami pelajaran yang kami sampaikan.

Kekurangan atau sisi negatif nya adalah :
  1. Anak-anak menjadi ketergantungan kepada kami dalam menyelesaikan pekerjaan rumah nya.
  2. Metode mentoring menjadi kurang maksimal karena Tempat pos belajar Dutasia Sitanala kurang efektif karena tidak ada alas duduk maupun meja sehingga anak-anak tidak duduk rapih dan sopan.
  3. Karena kami mengajar dan fokus hanya dengan 1 anak, membuat kami tidak mengenal anak-anak yang lain.



Dalam kegiatan mengajar kemarin, kami tidak membawa berkas untuk survey eksternal, dan minggu depan kami akan membawa berkas untuk survey eksternal.Dalam kegiatan mentoring kemarin, kami tidak bisa datang tepat waktu dikarenakan saat keluar kelas dan waktu untuk ke tempat bimbel sangat mepet. Dan juga anggota kami sudah sangat antusias dalam mengajar anak - anak, anggota kami juga bertutur kata yang sopan sehingga adik adik bimbel kami bisa mencotoh kami untuk bertutur kata yang baik dan sopan. Anggota kami juga sangat sabar dalam menghadapi adik adik di tempat bimbel.


Dan berikut rekap hasil mengajar bimbel minggu pertama kami di Sitanala :
Hasil Kegiatan :

Sebelum Kegiatan :

  • Anak - anak tidak mau belajar, hanya ingin bermain.
  • Anak anak tidak fokus dalam belajar.
Setelah Kegiatan :
  • Anak - anak sudah mau belajar, dan juga tidak hanya bermain, mereka juga bisa menjawab pertanyaan yang sudah diajarkan sebelumnya.
Kesimpulan :
Mengajar adik adik di tempat bimbel sitanala memang membutuhkan pendekatan, awalnya kita mengikuti apa yang mereka inginkan, baru setelah itu kita memulai pembelajaran. Hasilnya anak anak bisa fokus dalam belajar dan bisa menjawab pertanyaan ketika memberikan ulang soal tersebut.
Untuk mengajar di pekan depan, kami akan berusaha datang tepat pada waktunya, dan juga kami akan lebih sabar dan lebih tegas dalam mengajar, agar anak-anak lebih mudah diatur. Dan kami juga akan membawa makanan kecil lebih banyak kepada mereka, untuk memberikan reward kepada mereka agar lebih semangat lagi dalam belajar.




Berikut foto foto kami saat mengajar di duta belajar Sitanala








Cukup sekian posting blog dari kami, semoga bisa bermanfaat, terima kasih :)

Jumat, 05 Juni 2015

CB PENYULUHAN


Nama : Zhafira Ramadhani
NIM : 1801425552
Isi Laporan :

10 hari sebelumnya dari kami memulai aksi kebersihan kami, kami melakukan penyuluhan di daerah Kenanga. Pada hari Kamis, 19 Maret 2015, kami melakukan penyuluhan di daerah kelurahan Kenanga bersama warga warga.

Penyuluhan dilakukan atau dimulai pada pukul 10.00 WIB. Penyuluhan ini selain dihadiri warga - warga, penyuluhan ini juga dihadiri oleh DPRD Kota Tangerang.

Berikut foto kegiatan kami :




Saya sangat senang atas antusias warga dalam mendatangi penyuluhan. Lalu apa saja isi dari penyuluhan itu?

Penyuluhan berisi tentang bagaimana kita menghadapi sampah.

Kita tahu bahwa sampah adalah tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri dan juga sampah merupakan sumber dari segala penyakit. Tetapi, jika kita mengolah sampah dengan baik, maka sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kita. 

Sampah ada 2 jenis yaitu organik dan juga non organik.

Sampah organik : Sampah yang mudah diurai, seperti : daun, sampah sampah basah rumah tangga, dll.
Sampah non organik : Sampah yang susah diurai, seperti : plastik, kertas, botol dan kaleng

Salah satu upaya kita supaya sampah bisa bermanfaat untuk kita adalah melakukan pemilihan sampah dari sumbernya. 
Seperti kumpulan dari sampah organik bisa kita jadikan kompos, dan sampah sampah non organik bisa kita jual kembali atau bisa juga kita gunakan kembali atau dijadikan sebagai suatu prakarya.

Mungkin cukup sekian blog dari saya, semoga bermanfaat :)

Terimakasih sebelumnya dan selamat malam!

CB DAY 4


Nama : Zhafira Ramadhani
NIM : 1801425552
Isi Laporan :

Pada hari Minggu, 31 Mei 2015, adalah minggu terakhir kami sebagai duta kebersihan di Kelurahan Kenanga. Seperti biasa kami berkumpul pada pukul 07.00 dan memulai membersihkan daerah Kenanga pada pukul 08.00, karena ini merupakan minggu terakhir kami sebagai duta kebersihan, kami sangat bersemangat dalam menjalankan tugas ini, berikut aksi bersih kami :















Setelah selesai membersihkan daerah kenanga, kami dipersilahkan untuk istirahat dan juga diberikan suguhan oleh warga disana. Warga daerah Kenanga sangatlah ramah dan baik, kami sangat senang menjadi duta kebersihan disana. Setelah selesai beristirahat, akhirnya kami pamit untuk pulang dan tidak lupa kami berterima kasih kepada bapak lurah daerah Kenanga, karena sudah mengizinkan kami untuk menjadi duta kebersihan di daerah Kenanga, dan membantu kami banyak dalam menyelesaikan tugas kami.

Dan tak lupa saya ingatkan bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kehidupan kita, maka dari itu, marilah kita menjaga kebersihan, jika itu memang susah, mulai lah dari diri kita sendiri, dimulai dari hal - hal kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya. Karena dimulai dari sesuatu yang kecil lama kelamaan akan menjadi sesuatu yang besar dan sangat sangat berdampak baik untuk lingkungan kita. 

Cukup sekian blog dari saya seputar aksi kebersihan kami, semoga blog ini bisa bermanfaat untuk kita semua.


Selamat malam dan sampai jumpa :)


Minggu, 31 Mei 2015

CB Day 3


Nama : Zhafira Ramadhani
NIM  : 1801425552

Isi Laporan :

Hari ini, Minggu 17 Mei 2015, kami melakukan bersih bersih lagi di daerah Kenanga.

Pada hari ini, kami bersih - bersih bersama dengan warga warga daerah Kenanga dan juga dengan Bapak dan Ibu RT dan RW kelurahan Kenanga.

Berikut foto foto hasil kerja kami :


















Setelah melaksanakan bersih bersih, kami diajak oleh Bapak RT dan RW Kenanga untuk berkeliling mengelilingi Daerah Kenanga. Sebelum mengelilingi Daerah Kenanga kami dipersilahkan untuk istirahat di salah satu rumah bapak RT Kenanga.

Apa saja yang bisa kita ambil pelajaran?

Sama seperti post saya sebelumnya, bahwa gotong royong akan meringankan beban kita dan juga akan menjalin tali silaturahim satu sama lain.

Sila sila pancasila apa saja yang bisa kita ambil :

1. Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana Allah mencintai kebersihan, dan juga Kebersihan Merupakan Sebagian Dari Iman, oleh karena itu kita harus selalu menjaga kebersihan
2. Sila Ketiga yaitu Persatuan Indonesia, dimana disini antar warga beserta petingginya tidak ada perbedaan dan juga karena gotong royong ini menimbulkan rasa solidaritas yang tinggi.

Dan tidak pernah lelah saya mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan, mulailah dari diri kita sendiri, cintailah lingkungan kita. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga kebersihan?

Terimakasih :)